RSS

Tag Archives: Hidup

Kelas Mamasa (1)

Mamasa 2014Seolah-olah tak mau dipilih sesuka hati, hidup selalu punya jalanya sendiri. Berbeda ketika kita berpergian, mungkin kita sudah hafal jalan yang kita lintasi, yaa minimal kita sudah berbekal sedikit pengetahuan tentang jalan dan tujuan yang akan kita lalui. Tapi hidup? Urusan yang satu ini jauh berbeda, beruntung bagi kita yang menyukai sebuah kejutan.

Hidup sepertinya juga mempunyai sebuah ‘kelas’. Tingkatan kelas biasanya melalui sebuah ujian. Berbicara ujian terlalu sempit jika mengacu pada ujian di sekolah, ujian hidup jauh berbeda dari ujian sekolah. Kelulusan tidak memerlukan patokan layaknya Ujian Nasional. Kita sendiri yang langsung mengoreksi dan menilai kelulusan dan kenaikan ‘kelas’ hidup.

Memasuki kelas kehidupan baru, sebuah kelas yang saya pun tak pernah terbayang sebelumnya. Sebuah kelas yang bahkan saya masih buta akan mata pelajaran dan pengajarnya. Berbekal sebuah pendidikan kedinasan yang menjanjikan pekerjaan tetap sebagai seorang abdi, selembar Surat Keputusan membuat saya duduk dalam kelas Mamasa. Lebih banyak yang berbicara negatif soal kelas baru ini. Bermodalkan kenyamanan dan kemantaban hati, saya memutuskan mencoba mempelajari kelas

Kelas Mamasa, kesan yang pertama kali muncul ketika memasuki kelas ini “berlubang”, Banyak lubang yang harus ditutup di kelas ini. Saat hujan, lubang ini tertutup oleh air, membuat lubang yang tergenang oleh air ini terlihat seperti kolam lele. Tanpa disadari tanah yang kita injak ini terkadang ikut longsor, batu yang sebesar honda jazz bahkan pernah turun dari langit.

Kelas baru, biasanya berjejer jejer ‘kantin’ yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Namun kantin disini berbeda dari beberapa kelas yang pernah saya lalui. Kantin lebih menyediakan makanan yang tidak saya sukai, beruntung karena saya tidak suka maka agama sudah melarangnya. Yaa, di kelas Mamasa ini ada pelajaran baru yang saya dapatkan, pelajaran memasak. sebuah pelajaran yang selama ini menurut saya lebih banyak dipelajari kaum hawa. Masalah rasa bukan prioritas utama, udara dingin di ruangan kelas Mamasa membuat makanan sering terlihat lebih enak.

Hati juga butuh tempat, sayangnya di kelas Mamasa tempat yang memberikan kenyamanan dan ketenangan hati itu sedikit lebih jauh. Berbeda kalau sebelumnya bisa ditempuh dengan jalan kaki, kali ini harus ditempuh dengan kendaraan. Mungkin sekitar 2-3 km dari kelas. Sebuah tempat yang lebih sering menjadi tempat pelarian dari carut marutnya dunia, sebuah tempat yang lebih sering menjadi tempat mengadu dan meminta, sebuah tempat yang memberikan kenyamanan batin luar biasa.

Kelas Mamasa, Sebuah tempat baru dengan hal hal yang baru, sebuah kelas baru dengan teman dan saudara baru

Ketika hati itu menunjukkan peranya yang benar, kita cukup menikmati peranya dengan kenyamanan dan ketenangan yang kita rasakan ­čÖé

Selamat belajar sahabatku!!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 26, 2014 in Cerita Hidup

 

Tags: , , ,