RSS

Author Archives: Kukuh Prasetya Wibawa

About Kukuh Prasetya Wibawa

belajar untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih mengerti dan memaknai setiap makna kehidupan

Jawaban itu Gibran

Pertanyaan yang terlontar dari seorang anak kecil dengan usia 6 tahun terjawab sudah, butuh waktu 3 tahun untuk menjawab sebuah pertanyaan.

1473684883736

Sebuah jawaban dari semua doa dan ikhtiar,

 

Sebuah jawaban yang menjadikan babak baru dalam kehidupan

 

Sebuah jawaban yang membuat alasan baru itu muncul,

 

Sebuah kata yang menjawab banyak pertanyaan, Gibran…….

Banyak cerita yang tertinggal sebelum terjawab nama Gibran, kelas baru dalam jenjang kehidupan sudah dibuka. Tak banyak pesan Bapak untukmu Nak ,

 

“Jadilah orang yang mengerti dan banyak memberi”
Selamat datang anaku, dunia barumu dengan Ayahmu dimulai dari kelas Purnawarman ๐Ÿ™‚

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on September 27, 2016 in Uncategorized

 

Rezeki itu….

Rezeki itu tidak bisa ditiru

Walaupun sama yang kita usahakan

Walaupun sama yang kita jual belikan

Dan walapun kita berada dalam profesi yang sama

Hasil yang kita terima akan berbeda beda

Perbedaan mungkin terdapat pada banyaknya harta yang kamu kumpulkan

Namun ada juga dalam wujud kenyamanan hati

Banyak yang menyebutnya Bahagia………

Semua itu merupakan wujud kasih sayang Tuhan

Mereka yang sungguh sungguh akan menemukan apa yang mereka cari

Mereka yang berani berkorban lebih akan menuai derajat yang lebih tinggi

Bukan pada jumlahnya, namun berkah yang membuatnya cukup dan merasa tercukupi

Sudah tergaris dalam kehidupan manusia, dalam menjalani kehidupan sebenarnya kita sudah mendapatkan bekal dari Tuhan

Jalan dan kebutuhan hidup sebenarnya sudah siap di sekitar kita, layaknya udara yang kita hirup selama ini

Namun kadang manusia gelap mata dan hati, yang masih jauh terlihat lebih indah dan meyakinkan padahal hal hal yang berada di sekitar kita yang masih menjadi tanggung jawab, disia siakan seolah tidak memiliki makna

Rezeki itu sudah disiapkan oleh Tuhan, tak akan bekurang secuil pun kalau hanya untuk mencukupi kebutuhan dari kita lahir sampai mati

Namun kalau untuk mencukupi keinginan kita yang tiada batasnya, semuanya terlihat sedikit, pikiran semakin sempit dan hati semakin gelap

Mereka yang lebih dahulu dibanding kita, sering berpesan, Jalani apa yang ada dan apa yang belum ada jangan terlalu diharapkan berlebihan, tenangkan dan buka sejenak hati kita,

“Jika sesuatu itu memang hak kamu, maka sesuatu itu akan datang kepadamu dan menjadi milikmu, Jika bukan hakmu apalagi merebut hak orang lain dengan cara yang buruk, hanya akan membuat hidup sengsara, semua akan lenyap, dan kembali sesuai dengan yang semestinya”

“Jika kenyaman itu hanya bisa dibeli dengan kekayaan, betapa hina dan sengsaranya orang tanpa harta, Untungnya kenyamanan bisa dimiliki siapa saja yang mau sejenak meletakkan hatinya dari dunia, mengulurkan tangan kepada saudaranya dan memasrahkan hasilnya kepada Tuhan”

Dikutip dari Budayawan Jawa Ronggo Warsito

Dalam kondisi tertentu, biarkan rasa nyaman itu terus disamping kita ๐Ÿ™‚

Selamat berbahagia ๐Ÿ™‚

 
 

Tags: , , ,

Aside

Jalan MamasaPerjalanan 10-12 jam dari kota Makassar memang terlihat melelahkan. Terlebih kita harus berganti kendaraan dua kali sebelum sampai di kelas baru ini, kelas Mamasa. Kalau dalam cerita sebelumnya, saya bercerita tentang banyaknya ‘kolam lele’ di jalan, sepertinya lebih cocok kalau cerita kali ini bercerita tentang Ramadhan. Yaa kali ini Ramadhan pertama, di kelas Mamasa. Rasa keingin tahuan ini terus memaksa saya mengerti dan menikmati suasana kelas baru, apalagi di bulan yang menurut orang muslim bulan yang istimewa.

Berbicara soal Ramadhan tentu tidak luput dari puasa dan sholat tarawih. Puasa merupakan sebuah ibadah yang sangat menjunjung tinggi kejujuran, bayangkan saja, yang tau kalau kita benar benar berpuasa hanya kita dan Tuhan. Selain puasa, bulan Ramadhan memberikan kesempatan kita untuk menghidupkan suasana malam dengan sholat tarawih. Kesempatan inilah yang saya gunakan untuk menyaksikan budaya di kelas baru ini.

Sarung sudah terbelit di perut, peci sudah menempel di kepala, pakaian dan jaket sudah menutupi tubuh yang gemetar, Kelas baru yang saya tempati ini, memiliki suhu udara yang jauh berbeda dari kelas kelas yang sebelumnya. Di gunung tiap sore hampir pasti hujan, walaupun hujan yang turun hanya sebatas menyirami halaman depan kelas. Motor yang terparkir dluar saat malam hari, dalam beberapa menit kaca spion sudah tertutup embun.

Tarawih di kelas baru ini sedikit berbeda, sebelum pelaksanaan sholat tarawih, adzan isya mundur sekitar 30-40 menit, kemudian setelah melaksanakan sholat isya berjamaah, ada MC yang selama dua hari ini seorang wanita membacakan susunan acara. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, kemudian dilanjut dengan kultum (Kuliah Tujuh Belas Menit) , selanjutnya diisi dengan penyampaian panitia persiapan buka puasa di masjid, dan terakhir dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah. Beda daerah beda budaya, dengan budaya seperti ini, Masjid Besar Mamasa ini terlihat sangat menghidupkan malam bulan Ramadhan terbukti dengan penuhnya barisan sholat oleh jamaah laki-laki maupun perempuan.

Ramadhan setiap tahunya selalu memberikan kesan yang istimewa. Biasanya saat berbuka puasa, Ibu yang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, atau mungkin tinggal ambil dompet jajan makanan diluar. Di kelas baru, kita memasak dan menyiapkan sendiri masakan yang akan kita santap untuk berbuka. Begitu juga saat sahur, kalau mungkin di rumah ibu yang biasanya bangun lebih awal menyiapkan makan sahur, sekarang kita yang harus bangun lebih awal menyiapkan makan sahur.

Sesuatu memang terasa lebih berarti ketika sudah menghilang dari rutinitas kita, sesuatu yang kadang kita anggap biasa, ternyata akan sering kita rindukan di tempat yang baru. Namunย bukan berarti peluh dan penyesalan yang akhirnya muncul, justru dari situ nantinya kita mulai belajar menghargai dan mensyukuri hal hal yang kecil.

Selamat ‘berlomba’ meramaikan Ramadhan di tahun 2014 ini, penulis memohon maaf atas setiap kata maupun kalimat yang menyinggung perasaan pembaca ๐Ÿ™‚

Kelas Mamasa (2)

 
Leave a comment

Posted by on June 29, 2014 in Cerita Hidup