RSS

Asyiknya Saling Senggol

30 Dec

commuterUdara pagi mulai terusik asap angkutan umum yang berlalu lalang mengambil penumpang.  Suara klakson mulai bergantian dibunyikan beriringan dengan umpatan sopir. Beberapa penumpang bergantian naik turun angkutan yang mulai ngebut menjelelajah kota metropolitan. Angkutan hanya sebagai pelengkap transportasi antar kelurahan, Commuter Line atau KRL merupakan transportasi anti macet yang lebih dinikmati masyarakat kota ini. Tak peduli berjubel sampai ratusan orang, tak peduli sampai harus saling sikut, “ Yang penting gue nyampe kantor nggak telat, mas” celetuk salah seorang yang sudah terlihat resah melihat jam tanganya.

Sebenarnya saya miris sekaligus takjub melihat keadaan alat transportasi yang satu ini. Bagaimana nggak miris kalau tiap jam kerja jarak antar penumpang hanya kulit, saling senggol dan sentuh sudah dianggap biasa. Namun saya juga takjub, melihat mereka yang rela naik di atas atap gerbong kereta. Mereka tak terlihat takut, beberapa justru saling melempar gurauan. Seringkali otak ini berandai andai ingin ikut meramaikan atap gerbong KRL sambil menikmati sepoinya angin kota metropolitan.

Berbicara soal senggol dan sentuh, banyak cerita menarik yang bisa kita nikmati. Wanita selalu jadi pemeran utama dalam cerita ini. Kaum hawa ini selalu menjadi candu bagi lelaki. Candu yang membuat lelaki terbang dalam balutan pelangi atau candu yang membuat laki laki diam tak berkutik. Lupakan soal candu, kaum hawa yang satu ini sedikit kurang beruntung. Berpakaian rapi dan tampil menawan mengundang lirikan pria. Aroma yang ditabur bahkan melebihi wangi bunga. Melangkah masuk dalam KRL yang sesak penumpang sudah lumrah dong, pikirkanya hanya fokus bahwa kantor sudah menunggunya. Banyak kejadian tak terduga dalam kereta yang sesak penumpang, saat keluar dia hanya protes kepada petugas stasiun transit, “ Pantat gue berasa anget, pas gue pegang,eh rok gue udah basah m cairan kentel warna putih “  Kaum hawa ini jadi korban masturbasi kaum adam!!

Lupakan soal cairan warna putih dan kental, cerita ini juga lebih menarik. Setting yang masih sama dalam sebuah KRL atau Commuter Line. Pemeran utama masih seorang kaum hawa, namun kali ini didampingi sekitar 10 kaum adam. Berdiri nyaman di tengah kerumunan lelaki, tak terbesit dalam pikiranya kejadian buruk akan terjadi. 10 orang laki laki bertampang baik itu mengerumuninya, beberapa pasang mata meliriknya, beberapa tangan mulai nakal menggerayangi bagian tubuh kaum hawa. Kaum yang berasal dari potongan tulang rusuk ini hanya diam, dan mencoba mengatakan kepada beberapa pria untuk menghentikan perbuatanya. Pernah mendengar ketika laki laki sudah dirundung birahi maka 1/3 akalnya hilang?? Mungkin ini salah satu wujudnya, kaum adam hanya tertawa dan sebagian dari mereka justru menutupi perbuatan bejat itu. Wanita itu hanya bisa keluar meninggalkan kereta dan mengadu kepada petugas.

Jakarta, sebuah kota dengan beragam wujud manusia berkumpul disini. Ribuan manusia berbaur dan beraktivitas melawan kerasnya hidup. Saya tak tahu harus berkomentar apa atas kejadian tersebut. Saya hanya tak habis pikir, secetek itukah moral mereka. Kalau memang sudah nafsu membelenggu kenapa harus dilampiaskan di transportasi umum. Banyak daerah prostitusi yang masih buka kok di kota sebesar jakarta. Bagaimana jika wanita itu istri anda? Bagaimana jika wanita itu ibu anda? Bagaimana jika wanita itu anak anda? ….Ahh, yang penting perut kenyang birahi terpenuhi….

Ketika kaum hawa dibela, kaum adam tentu ikut protes,..“ Salah sendiri make baju yang bikin nafsu”

Kaum hawa juga pasti membantah, “Yee, mata lo aja tuh yang jelalatan”

Jadi bingung kan siapa yang mau disalahin,hehe…

Padahal pemerintah juga sudah membuat berbagai solusi dengan menyediakan gerbong kereta khusus wanita. Seharusnya kita sadar orang timur selalu menjunjung tinggi moral dan sopan santun. Orang tak beragama seharusnya masih mengenal pancasila. Jangan berpikir setiap perbuatan akan berdampak kenikmatan. Setiap perbuatan yang membuat saudara kita kecewa dan sakit, Dia sudah menghitung dan menyiapkan imbalanya kok, hanya tinggal tunggu waktu. Saudara juga tak harus selalu berhubungan darah kan 🙂

Aah yaa, sebenarnya tulisan ini pengenya diposting hari ibu, apa daya baru terposting sekarang. Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2012 in Cerita Hidup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: