RSS

3 Jagoan (Akhir)

05 Nov

Jaka yang masih bingung, bergegas mengambil beberapa lembar hasil ujian tengah semester milik adiknya dan memasukannya ke dalam tas. Siang ini Jana tidak memakai helm kecilnya, ia lebih memilih memakai songkok yang sering dipakai oleh Bung Karno. Sambil menaiki motor yang sudah berumur 7 tahun, Jana tidak cerewet minta jajan seperti biasanya, dia hanya terdiam sambil menghisap ingusnya yang daritadi sebenarnya mau keluar dari hidungnya.
Perjalanan dari sekolah ke rumahnya cukup jauh, Jaka yang melihat tingkah aneh adiknya spontan bertanya, ” Sampeyan kenapa kok nangis?”
Jana terdiam sebentar menghisap ingusnya kemudian menjawab, ” Gak tau tanya aja sama ibuk ”
Jaka langsung menyaut, ” Lho yang sekolah siapa, masa mas harus tanya ke ibuk? ”
Jana sedikit berpikir kemudian nyeletuk, ” Tapi jangan diamarahin lagi lho yaa “
” Iyaa” Jawab Jaka dengan cepat
Sambil merasa bersalah Jana berecerita, “Aku tadi dimarahi sama ibu, aku di sekolah nakal lagi, aku main sunat sunatan sama temenku” 
Jaka yang mendengar jawaban adiknya langsung menahan tawa. Dia ingin tertawa sekaligus heran melihat tingkah adiknya Jana. Jana memang tiap hari membuat ulah di sekolahnya, tapi ulahnya kali ini terlihat heboh dan aneh. Jaka hanya mengendalikan tawanya lalu menjawab, ” Nggak boleh gitu kalau sekolah, kasihan ibuk kalau sampeyan nakal terus”

Siang ini ibu harus mengajar sampai sore, beliau harus mengajar di Madrasah Tsanawiyah dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Tepat pukul 14.30 ibu sudah pulang di rumah, beliau nampak kelelahan kali ini, ditambah dengan kenakalan Jana di sekolah membuat ibu terlihat jenuh. Melihat ibu yang sudah pulang diliputi rasa capek, Jaka segera mengajak adiknya Jana untuk tidur siang di kamarnya. Jaka mengerti kalau ibu  sudah terlalu banyak memikirkan jagoan kecilnya yang susah diatur. Jaka yang ikut tidur siang bersama Jana terbangun mendengar suara ibu yang mengeluh capek, dan meminta Joni untuk membeli soto sebagai lauk malam ini. Penjual soto yang sering lewat di rumah mereka sudah seperti langganan. Namun sialnya, sampai adzan maghrib berumandang penjual soto keliling itu tak melewati komplek rumahnya. Jaka sebagai anak sulung sedikit resah melihat keadaan ibunya yang masih tertidur, ditambah kedua adiknya yang lapar menunggu makan malam. Akhirnya selepas sholat, ia memutuskan menaiki motornya dan keluar membeli soto yang diminta ibunya.

Jaka yang sudah pulang membeli soto berharap ibunya segera bangun dan siap menyantap soto. Ternyata harapanya nihil, ibunya masih terkulai lemas menahan sakit kepala. Mukena dan sajadah masih berantakan di kamarnya. Segelas air jeruk yang ia buatkan untuk ibunya juga belum berkurang. Jaka terlihat sedih dan bertanya kepada ibunya, ” Bu, ibu kenapa? Masih sakit yaa? Jaka ambilin makan yaa ”
Sambil merintih ibu menjawab, ” Nggak usah le, kepala ibu rasanya sakit nanti kalau pengen makan ibu ngambil sendiri”
Jaka hanya terdiam sambil menghela nafas, ” Iya bu, tapi air jeruknya diminum dulu yaa”

Malam itu semenjak meninggalkan kamar ibunya, hati Jaka seperti teriris. Dia mengingat semua pengorbanan ibunya, dia menyadari ibunya sudah terlalu lelah. Dia sadar dia bukan lagi jagoan yang diimpikan ibunya dulu, dia hanya pecundang yang tak tahu berterima kasih. Dia hanya terdiam melihat kedua adiknya yang masih menikmati mangkuk sotonya. Dia pergi ke dapur melihat tumpukan piring dan perabot dapur di dalam bak cuci piring. Jaka hanya terdiam, membayangkan ketika ada ibunya. Kalau saja ibunya sehat pasti tumpukan piring itu sudah lenyap. Dia berjalan menuju tumpukan piring dan menyucinya satu per satu. Jaka mulai mengerti, dia sudah melewati batas. Dia bukan lagi jagoan malam ini, dia hanya beban.

Tumpukan piring itu sudah bersih sekarang, Jaka berjalan menuju adek kecilnya Jana, dan berbisik ke telinganya. Jaka kemudian meminta Joni mengantar adek bungsunya ke kamar ibu. Jana kecil yang masih diliputi rasa takut perlahan menaiki ranjang ibunya lalu berbisik, ” Bu..Ibu, Jana minta maaf yaa sudah nakal “

Semoga belum terlambat bagi mereka untuk menjadi jagoan 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 5, 2012 in Cerita Hidup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: