RSS

Monthly Archives: October 2012

Obat

Malam ini bambu-bambu itu tak lagi runcing layaknya pejuang yang siap menancapkan senjata. Tak jua berukuran panjang, layaknya bambu di pinggiran jalan yang penuh dengan kain dan semburat tulisan berbagai makna. Hanya sepanjang lengan, dengan api yang menyala terang di ujungnya. Asap hitam yang muncul akibat pembakaran kain dan minyak membuat api seakan menyatu dengan gelapnya malam. Masyarakat menyebutnya ‘oncor’. Bambu- bambu itu melintas perlahan, bahkan dengan teriakan dan semangat dari mereka. Mereka yang menggunakan baju koko dan peci ala bung karno itu sebenarnya bukan berteriak. Mereka menggemakan takbir, sebuah ungkapan untuk menunjukkan kemenangan dan kebesaran Tuhan.

Melintas layaknya bambu, pemuda pemudi dengan motornya turut meramaikan malam. Layaknya kumpulan kunang-kunang, besi tua dengan roda dua ini tak kalah terang membuat malam seperti siang. Namun keramaian itu luntur, luntur oleh butiran air yang jatuh dari langit dan mengguyur jalanan. Sebenarnya bukan hujan badai maupun angin kencang, malam ini Tuhan berbaik hati memberikan nikmatnya untuk menenangkan malam. Hanya sebentar, tapi butiran butiran air itu cukup mendiamkan dan menenangkan pemuda pemudi yang sejak tadi beradu argumen.

Dada ini serasa buncah dan terdiam melihat butiran air turun dan terhenti. Butiran air yang sering disebut hujan ini  layaknya obat. Obat segala penyakit kronis hati, obat penenang yang lebih ampuh dari ribuan obat bius. Debu pun tak lagi berterbangan, nyala api pun terpadamkan, sorak sorai keramaian menjadi bisu. Tak butuh banyak butiran air, dosis yang sesuai membuat penyakit kronis juga akan mati.

Tak peduli pahit ataupun manis…Indahnya menjadi obat…

Advertisements