RSS

Bukan Layaknya Pilihan Ganda

15 Sep

Hidup selalu disertai banyak pilhan dan kesempatan yang menentukan arah. Menentukan sebuah pilihan bukan persoalan gampang layaknya memilih butiran butiran pilihan ganda yang diberikan oleh penguji. Kita bisa saja memilih jawaban dalam soal ujian dengan menghitung kancing kemeja , tapi resiko terburuk yang kita hadapi adalah bersiap untuk melihat tinta merah menghiasi lembar jawaban. Namun bagaimana dengan pilihan hidup? Bisakah dengan menghitung kancing baju? Hanya tinta merahkah resiko yang kita terima?

Allah memberikan kita akal pikiran dan nafsu. Dalam memilih, kedua hal ini selalu ikut terlibat. Tak bisa dipungkiri manusia bisa memilih sesuai insting nafsunya atau menimang nimang dengan akal sehatnya. Setiap pilihan memiliki resiko, entah itu pilihan yang baik atau buruk. Kita sendiri yang akan menilai ketika pilihan itu berbuah manis atau pahit. Ketika pilihan itu sudah dibuat ada beberapa dampak yang mungkin bisa saya bagikan terhadap pembaca.

Pertama, setelah menimbang dan memutuskan untuk membuat sebuah pilihan. Hidup yang kita jalani terasa semakin lancar dan gampang. Bahkan kita sama sekali merasa tidak menanggung beban. Semua seperti jalan bebas hambatan yang siap melaju kencang dengan kecepatan minimal 60 km/jam. Tentu kondisi seperti inilah yang kita inginkan. Pilihan yang kita buat seolah sudah tepat dan membuat arah hidup kita semakin sesuai dengan rencana rencana yang kita buat. Mungkin dalam hati kita sudah terbesit “Pilihanku selaras dengan pilihanNya”

Kedua, ibarat koin logam yang selalu memiliki 2 buah sisi, pilihan yang kita buat juga dapat berdampak sebaliknya. Lingkungan seolah menolak mentah mentah pilihan itu, semua jadi serba sulit. Bukan lagi jalan bebas hambatan yang terlihat, melainkan sebuah jalan yang penuh karang dan jurang. Lantas apa ini berarti pilihan kita salah? Rencana Tuhan tidak semudah itu kita terka dan langsung memanen jawaban. Kita diberikan akal, tapi ilmu yang kita miliki masih terbatas, dan sangat jauh bila dibandingkan denganNya.
Ketika menghadapi situasi seperti ini, jangan pernah memvonis pilihan kita salah. Nikmati proses yang merupakan resiko pilihan kita. Percaya jika Tuhan punya misi indah dari semua pilihan ini. Ada beberapa kemungkinan ketika kita diberikan jalan yang penuh karang dan jurang, kemungkinan pertama karena memang Tuhan ingin menguji kesabaran dan meningkatkan derajat kita dihadapanNya, toh Tuhan lebih tahu kemampuan hambaNya untuk menghadapi ujianNya. Kemungkinan kedua, karena memang Tuhan ingin menunjukkan jalan yang benar kepada kita, Tuhan bisa saja mengingatkan kita melalui berbagai kesulitan dan cobaan. Bersyukur ketika kita masih diingatkan, bayangkan bila semua sudah menjadi bubur. Tuhan meminta kita untuk segera berubah, Tuhan meminta kita untuk jauh dari bahaya yang kita buat sendiri.

“Rambu” itu bisa kita rasa, mungkin bintik bintik hitam yang membuat semuanya seperti tertutup. Jangan sampai hati ini mati, kenali dan nikmati prosesnya. Memilih itu pasti, namun hanya Tuhan yang tahu pilihan itu selaras dengan takdirNya. Semoga bermanfaat 🙂

 

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 15, 2012 in Pegangan Hidup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: