RSS

Bahagia itu Dekat dengan Hati

29 Apr

Seorang Tukang Becak yang sedang mangkal di perempatan, melihat sebuah mobil mewah dengan seorang direktur di dalamnya berkata dalam hati , ” Betapa nikmat hidup dengan mobil mewah, hidup berkecukupan, tak perlu merasakan panas, tak perlu lelah mengayuh roda tiga “

Seorang Direktur yang melewati sebuah perempatan, melihat seorang tukang becak yang sedang mangkal di perempatan, tergugah hatinya untuk bergumam, ” Betapa nikmat hidup menjadi tukang becak, tak perlu pusing memikirkan perusahaan, tak perlu pusing memikirkan pegawai, cukup mengayuhkan pedalnya kebutuhan tercukupi “

Lantas apa hubunganya dengan kebahagiaan?? Apakah sebuah kebahagiaan itu diukur dari apa yang kita lihat?? Apakah sebuah kebahagiaan diukur dari materi dan angka??

Kebahagiaan, sebuah rasa yang selalu diharapkan oleh banyak orang, selalu diidam idamkan setiap orang yang memburu kerasnya kehidupan. Wajar klo setiap orang punya konsep yang berbeda mengenai kebahagiaan. Masing – masing selalu teguh terhadap konsep kebahagiaan yang dia pegang. Lantas bagaimana kita menilai konsep kebahagiaan yang benar?

Kebahagiaan tidak akan bisa dinilai dari sebuah materi ataupun angka. Ketika kita menilai sebuah kebahagiaan dengan angka dan materi, maka yang terjadi adalah sebuah nilai yang akan terus meningkat dan tidak ada kepuasan. Ketika berada di satu titik, kita akan berusaha untuk mencapai titik selanjutnya, terus seperti itu sampai mungkin sebuah titik yang tak pernah tau dimana ujungnya. Konsep Kebahagiaan bukan seperti itu, konsep kebahagiaan itu menggunakan konsep hati dan perasaan, bukan sebuah konsep angka dan materi. Ketika kita sudah merasa nyaman, merasa tanpa beban, merasa tenang, disitulah kita merasa bahagia, disitulah kita merasa nyaman. Apakah dengan berpakaian baru dan mewah kita bahagia? belum tentu, mereka yang selalu bersyukur atas keadaanya bahkan bisa tersenyum tanpa pakaian baru melekat di tubuhnya.

Kalo memang kebahagiaan itu berasal dari hati, Kenapa kita harus menilainya dari materi?
Bukankah sebenarnya hati itu begitu dekat dengan kita?
Apa karena terlalu dekat, justru banyak orang yang masih belum menemukan kebahagiaanya?
Hati kita yang menjawabnya 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 29, 2012 in Pegangan Hidup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: