RSS

Monthly Archives: April 2012

Komitmen

Saat kita ingin melepaskan seseorang ingatlah saa kita ingin bersamanya…

Saat kita mulai tidak mencintainya, ingatlah saat kita jatuh cinta pertama kepadanya

Saat kita mulai bosan denganya, ingatlah saat terindah bersamanya

Saat kita menduakanya ingatlah dia yang selalu setia

Saat kita ingin membohonginya ingatlah saat dia jujur pada kita

Keindahan hanya sementara, biasakan menjaga apa yang kita punya

Jika kita tidak memiliki apa yang kita sukai belajarlah menyukai apa yang kita miliki

Tidak hubungan yang sempurna, yang ada hanyalah hubungan yang saling menyempurnakan

Cinta itu indah saat kita mempertahankan keutuhannya…….

**Dikutip dari tweet Rangga Umara Pecel Lele Lela

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on April 29, 2012 in Pegangan Hidup

 

Bahagia itu Dekat dengan Hati

Seorang Tukang Becak yang sedang mangkal di perempatan, melihat sebuah mobil mewah dengan seorang direktur di dalamnya berkata dalam hati , ” Betapa nikmat hidup dengan mobil mewah, hidup berkecukupan, tak perlu merasakan panas, tak perlu lelah mengayuh roda tiga “

Seorang Direktur yang melewati sebuah perempatan, melihat seorang tukang becak yang sedang mangkal di perempatan, tergugah hatinya untuk bergumam, ” Betapa nikmat hidup menjadi tukang becak, tak perlu pusing memikirkan perusahaan, tak perlu pusing memikirkan pegawai, cukup mengayuhkan pedalnya kebutuhan tercukupi “

Lantas apa hubunganya dengan kebahagiaan?? Apakah sebuah kebahagiaan itu diukur dari apa yang kita lihat?? Apakah sebuah kebahagiaan diukur dari materi dan angka??

Kebahagiaan, sebuah rasa yang selalu diharapkan oleh banyak orang, selalu diidam idamkan setiap orang yang memburu kerasnya kehidupan. Wajar klo setiap orang punya konsep yang berbeda mengenai kebahagiaan. Masing – masing selalu teguh terhadap konsep kebahagiaan yang dia pegang. Lantas bagaimana kita menilai konsep kebahagiaan yang benar?

Kebahagiaan tidak akan bisa dinilai dari sebuah materi ataupun angka. Ketika kita menilai sebuah kebahagiaan dengan angka dan materi, maka yang terjadi adalah sebuah nilai yang akan terus meningkat dan tidak ada kepuasan. Ketika berada di satu titik, kita akan berusaha untuk mencapai titik selanjutnya, terus seperti itu sampai mungkin sebuah titik yang tak pernah tau dimana ujungnya. Konsep Kebahagiaan bukan seperti itu, konsep kebahagiaan itu menggunakan konsep hati dan perasaan, bukan sebuah konsep angka dan materi. Ketika kita sudah merasa nyaman, merasa tanpa beban, merasa tenang, disitulah kita merasa bahagia, disitulah kita merasa nyaman. Apakah dengan berpakaian baru dan mewah kita bahagia? belum tentu, mereka yang selalu bersyukur atas keadaanya bahkan bisa tersenyum tanpa pakaian baru melekat di tubuhnya.

Kalo memang kebahagiaan itu berasal dari hati, Kenapa kita harus menilainya dari materi?
Bukankah sebenarnya hati itu begitu dekat dengan kita?
Apa karena terlalu dekat, justru banyak orang yang masih belum menemukan kebahagiaanya?
Hati kita yang menjawabnya ­čÖé

 
Leave a comment

Posted by on April 29, 2012 in Pegangan Hidup

 

Kunang Kunang dalam Bilik Hitam

Ibarat siang yang merindukan malam..

Ibarat jiwa yang haus akan kehidupan…

Berusaha melukiskan dan menuangkan ..

Melalui sejumlah gerakan jari ..

Melalui sebuah otak yang terus memaksa untuk berkreasi…

Lewat remang remangnya cahaya ruangan..

Hati mulai tersentuh lembut oleh pikiran pikiran yang selama ini mengganjal..

Banyak yang ingin diungkapkan…

Banyak yang ingin dituliskan…

Lewat susunan kata yang menusuk sekaligus membesarkan hati..

Namun, ucapan maupun tulisan tak akan cukup,,

Hanya diam dan mengamati..

Berkaca pada diri sendiri dan memperbaiki..

Biarkan “Sang Sutradara” yang memberikan peran dan naskahnya,,,

Karena hamba hanya “Kunang-kunang dalam Bilik Hitam”

 
Leave a comment

Posted by on April 27, 2012 in sentuhan malam

 

Allah, please accept my life proposal….

Setiap manusia dilahirkan dengan potensi yang sama. Namun dalam prosesnya setiap manusia memiliki cara yang berbeda beda dalam memanfaatkan potensi yang sudah ada pada dirinya. Dengan dibekali akal pikiran dan hawa nafsu membuat manusia seolah menjelma menjadi seorang makhluk sempurna di bumi. Namun,  ketika nafsu yang menguasai, bukan wujud manusia yang nampak melainkan wujud yang lebih buruk dari seekor binatang.

Begitu juga dengan saya yang terlahir sama seperti pembaca, lahir melalui sebuah perjuangan sperma untuk membuahi sel telur menciptakan saya menjadi seorang manusia yang komplek dengan kelebihan dan kekuranganya. Manusia tempatnya salah, manusia tempatnya lupa. Kekurangan-kekurangan yang menempel dalam jiwa ini pun bisa disebutkan satu per satu:

  • Malas
  • Terkadang masih emosional
  • Banyak bercanda
  • Kurang konsisten
  • Mudah bosan pada kondisi yang monoton
  • Mudah Mengantuk
  • Susah mengatur anggaran

Tak lengkap rasanya kalau makhluk yang memiliki akal hanya bertumpu pada kelemahan. Berikut kelebihan- kelebihan yang juga ikut menutup kekurangan – kekurangan saya selama ini :

  • Keyakinan dan Tekad kuat
  • Senang dengan tantangan dan hal baru
  • Berani mengambil resiko
  • Tanggung jawab
  • Kukuh pada prinsip
  • Sedikit humoris
  • Setia

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan, tentu memudahkan saya semakin fokus untuk memperbaiki dan memantaskan diri terhadap impian – impian besar yang nantinya akan saya capai. Berbicara mengenai impian, saya membagi impian impian itu dalam 3 jangka waktu. Jangka pendek (1-3 th) , Jangka menengah (4-6th), Jangka panjang (>6 tahun). Semoga dengan membagi impian – impian ini bisa menginspirasi pembaca untuk lebih termotivasi semangat dan mempunyai mimpi yang lebih sukses dan mulia.

Jangka Pendek (1-3th) :

  • Lulus D3 STAN dengan hasil memuaskan orang tua
  • Penempatan BPK atau Kemenkeu dengan lokasi Jawa
  • Melanjutkan studi S1
  • Merintis sebuah usaha yang bermanfaat bagi orang lain
  • Menikah dengan istri yang cantik dan sholehah..Amiiin

Jangka Menengah (4-6th) :

  • Membantu membiayai kehidupan keluarga
  • Melanjutkan program profesi atau S2
  • Mengembangkan usaha dengan membuka cabang-cabang
  • Membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah
  • Mempunyai anak yang sholeh dan sholehah ( masalah jumlah, ngikut istri deh :p )
  • Haji dengan istri
  • Travelling ke luar negeri dengan anak istri

Jangka Panjang (>6th) dalam usia 40-an tahun :

  • Mengelola sebuah sekolah atau yayasan, panti asuhan
  • Menjadi seorang pengusaha yang “sukses” dan beragama

Dengan impian dan harapan yang besar tentu membutuhkan ikhtiar yang besar. Kekurangan – kekurangan yang ada akan berusaha saya kikis, dan kelebihan-kelebihan yang ada akan lebih saya tingkatkan dan maksimalkan. Oh ya secara umum hal yang paling ingin saya kuasai (expertise) adalah ilmu bisnis dan ekonomi, ilmu psikologi dan ilmu agama. Untuk itulah saya berusaha terus mencari ilmu dari berbagai lingkungan dan pengalaman hidup.
Secara umum gambaran harapan dan impian yang saya inginkan seperti itu. Semoga bisa menginspirasi pembaca untuk membuat proposal hidup yang lebih mulia.Namun setiap langkah kehidupan yang saya lalui akan banyak hal-hal baru yang akan saya pelajari, dan tentu itu akan membuat mimpi dan harapan yang saya miliki selalu bertambah dan mendapat hal-hal baru. Impian yang tertulis dan tercantum tak akan berubah, justru biarkan bertambah dan kita yang harus memantaskan diri atas impian-impian yang telah kita tuliskan. Nikmati setiap proses dan dinamika yang terjadi, ketika kita berada di titik terendah jangan putus asa, saat itulah saat kita untuk perlahan-lahan atau melesat menuju titik tertinggi.

Manusia berlumur dosa dan banyak kekurangan tak pantas bila banyak bermimpi dan melupakan Sang Kuasa. Dengan lumuran dosa ini hamba meminta ampunan dan ridlo-Mu. Engkau Allah Sang pembolak balik hati, Engkau Allah Sang pembuat keajaiban, izinkanlah proposal hidup hamba ini terlaksana atas ridlo dan kekuasanMu, berikan yang terbaik untuk hamba , Gusti..
Dan atas izinMu qobulkan juga do’a ini untuk para pembaca dengan proposal hidupnya yang indah dan mulia..Amiiin..

 
1 Comment

Posted by on April 24, 2012 in Biografi dan keluarga