RSS

Monthly Archives: March 2012

Jihad Hati

Jihad, sebuah kata yang saat ini sering menjadi kontroversi di kalangan orang yang belum mengerti. Mendengar kata jihad, mungkin yang terbesit di pikiran kebanyakan orang adalah berperang layaknya seorang tentara di medan perang. Padahal inti dari kata Jihad itu sendiri adalah berjuang di jalan Allah. Namun dalam kesempatan ini saya tidak akan membahas pengertian jihad secara panjang lebar. Saya akan lebih meruncingkan pada salah satu jihad yang tidak kalah penting, yaitu jihad besar atau jihad hati.

Jihad hati merupakan jihad yang diwasiatkan oleh Rosulullah SAW. Jihad hati adalah jihad melawan hawa nafsu, Jihad ini lah yang justru ditekankan oleh Rosulullah SAW. Hal yang paling berat untuk dilawan umat manusia adalah hawa nafsu. Ketika hawa nafsu itu menguasai akal pikiran, bisa kita bayangkan sosok apa yang tercermin dari lahir manusia.
Ketika nafsu emosi yang membelenggu, mungkin keanarkisan yang terjadi dimana – mana, saling merusak barang barang milik negara, merusak barang barang umum bahkan mungkin bisa terjadi saling bunuh dan saling pukul di kalangan masyarakat.
Ketika nafsu lapar yang membelenggu, tentu saja kerakusan yang akan muncul, tak peduli orang lain kelaparan, tak peduli orang lain kehausan, asal nafsu ini terasa terpenuhi itu sudah cukup, orang lain sudah bukan urusan kita.
Ketika nafsu syahwad yang membelenggu, bahkan bisa dibilang kita seperti binatang, seolah Tuhan sudah hilang dalam diri kita, yang terlihat hanya sosok kenikmatan sesaat yang sibuk kita kejar. Lantas apa yang terjadi? Pemerkosaan, Zina menjadi hal yang lumrah, Wanita tak lagi dihargai sebagai calon seorang ibu.

Sebenarnya ketika disebut masalah hati, bukan hanya nafsu yang menguasai. Banyak penyakit-penyakit hati yang harus kita hindari. Penyakit yang kadang tidak kita sadari, namun sudah melekat erat. Sampai – sampai mungkin kita tidak merasa kalau itu sebuah dosa yang harus dibersihkan. Sebut saja penyakit sombong, meremehkan orang lain, iri dan dengki terhadap kesenangan orang lain, bahkan mungkin banyak penyakit penyakit lain yang membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain dan merasa lebih hebat dari orang lain.

Sebelum bergerak lebih jauh tanpa alasan yang jelas, alangkah baiknya kita perbaiki diri sendiri untuk membersihkan segala macam penyakit yang ada di hati ini. Jangan memandang remeh orang lain, sesungguhnya kemuliaan itu disimpan. Bisa jadi penulis blog ini memiliki dosa yang lebih menggunung daripada pembaca.  Kita introspeksi diri dan berjuang di jalan Allah untuk mengalahkan segala macam hawa nafsu yang selama ini melekat dalam hati kita 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 29, 2012 in Pegangan Hidup

 

Gejolak Konflik Batin Mahasiswa Kedinasan

Permasalahan kompleks yang terjadi di negeri ini membuat tiap orang yang cinta akan tanah kelahiranya, menitikkan air mata dan meminta petunjukNya, berharap semua penyakit yang membuat negara ini tak berkutik, segera sirna layaknya debu yang tertiup angin.

Sudut sudut negara mulai penuh aksi

Berteriak untuk mereka yang masih tuli

Berteriak untuk mereka yang masih masa bodoh

Panas terik bukan sebuah hambatan untuk melempar tombak

Tombak yang siap meluncur ke jantung mereka yang diam dan tak peduli

Namun…

Tak semua dari mereka tuli, kawan…

Tak semua dari mereka bodoh, kawan…

Tidak sedikit dari mereka yang ikut mencari jalan keluar

Tidak sedikit dari mereka yang ikut memperjuangkan hak rakyatnya

Pilu menusuk hati melihat kontradiksi yang terjadi

Sebuah negara yang seharusnya satu tujuan

Sebuah negara yang seharusnya satu impian

Harus terpecah belah dan carut mawut

Hanya karena permasalahan yang tak kunjung dicari solusi

Miris sebenarnya ketika melihat rakyat yang harus berdemo di jalan menuntut haknya. Padahal secara sistematis mereka sudah punya wakil rakyat yang menampung aspirasi mereka. Terus apa gunanya wakil rakyat yang seharusnya sebagai wakil rakyat? Apa mereka tuli? Kalau memang tidak tuli kenapa rakyat harus sampai turun ke jalan? apa karena wakil rakyat sudah tidak peduli terhadap rakyat? Apa karena wakil rakyat tidak mampu menampung aspirasi dengan benar? Atau…

Apakah Justru rakyat yang tidak mampu memilih wakilnya? Apakah rakyat yang terlalu bodoh dimainkan oleh politik uang? Apakah justru rakyat yang terlalu minim pengetahuan dan masih kolot menghadapi perubahan??

Siapa yang disalahakan?? Tidak ada yang perlu disalahkan, masalahnya adalah bagaimana cara, agar antara masyarakat dan pemerintah bisa bermusyawarah untuk mufakat. Apa salahnya jika masyarakat dan pemerintah duduk dalam satu meja, menurunkan egonya, memberikan argumen yang baik dan bisa diterima semua. Perbedaan pendapat itu wajar dan setiap pengambil keputusan pasti mengambil resiko.
Justru yang berbahaya adalah ketika antara masyarakat dan pemerintah sudah tidak ada lagi rasa kepercayaan. Tinggal menunggu waktu saja untuk ambruknya negara ketika kepercayaan itu hilang.
Mulailah dari diri sendiri untuk memperbaiki ,
Dan untuk mereka yang duduk di posisi yang sudah “nyaman” tolong berikan yang terbaik untuk negeri dan perjuangkan rakyat dengan benar. Tunjukkan perjuangan anda dan satukan persepsi rakyat yang selama ini berbeda beda sesuai dengan maksud baik anda. Ketika maksud anda baik, maka semuanya juga akan berlancar baik, termasuk negeri ini.

 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2012 in Cerita Hidup

 

Syair Sayyid Ahmad Hasyimi

Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan…

Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung dan di rantau…

Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi…

Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir

 

Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian akan tercapai

Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu

Sungguh kemuliaan itu ada di dalam perantauan usia muda..

Singsingkan lengan baju dan bersungguh sungguhlah menggapai impian

Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan

Jangan bersilat lidah dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan

Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

*dikutip dari sebuah novel karya A.Fuadi dengan judul Ranah 3 Warna

 
2 Comments

Posted by on March 12, 2012 in Pegangan Hidup

 

Juni di Bulan Juli (1)

Berawal dari sebuah ucapan dan senyum menyambut kedatangan…

Pandangan mata ini terfokus pada sebuah name text yang melekat rapi…

Terlihat cantik dengan mahkotanya, belum membuat pujangga ini terkesima..

Bermaksud menengadahkan kepala yang tertunduk malu…

Kekaguman ini mulai merasuk dalam sekujur tubuh,

Ketika mata ini tak lagi melihat mahkota yang indah lagi…

Mahkota yang dulunya nampak, kini tertutup oleh selembar kain hitam…

Kain hitam yang justru membuatnya semakin anggun dan terjaga…

Imajinasi dan keingintahuan pun mulai memainkan perannya…

Mereka menyebutnya Aisyah…………

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2012 in Cerita Hidup