RSS

Telur Asin dan Cangkangnya

22 Feb

Berbicara tentang telur asin, saya jadi teringat sebuah cerita yang menurut saya menggelitik dan sedikit konyol…

Sebut saja Isa, seorang tokoh yang akan saya ceritakan dalam cerita ini. Isa seorang siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sedang menikmati study tour ke sebuah pulau yang sudah sangat dikenal oleh para turis mancanegara. Pulau yang sering dibilang surga oleh para wisatawan domestik dan mancanegara. Tak salah lagi kalau pembaca menyebutnya Bali. Sebuah study tour yang diprakarsai oleh sekolah tentu akan menyiapkan paket transportasi dan penginapan yang nyaman bagi siswa.

Dalam sebuah pagi di pulau dewata, pihak wisata yang sudah menyiapkan sarapan pagi, langsung diserbu oleh siswa – siswi SMP. Β Isa seorang siswa yang juga tak mau kalah dalam hal makanan, mengambil sebuah piring dan ikut mengantri untuk mendapatkan sebuah telur asin. Telur asin yang dberikan hanya setengah porsi dengan cangkang telur yang masih melekat. Isa yang sudah lapar dan suka dengan telur, tanpa pikir panjang langsung menggigit porsi telur yang diberikan. Sambil menikmati rasa telur yang dibilang asin dan renyah, dia sempat berpikir betapa anehnya telur yang ia rasakan. Seingat Isa, Ibunya tidak pernah memasak telur yang rasanya tidak enak seperti ini.

Setelah menelan habis porsi telur yang diberikan, Isa langsung menuju kumpulan temanya dan sedikit mengkritik masalah telur yang menurut dia tidak enak dan sedikit aneh. Namun, teman teman Isa punya pendapat berbeda, mereka justru berpendapat telur itu yang justru paling enak diantara lauk yang diberikan. Karena merasa heran, Isa melihat piring bekas temanya. Dia melihat sebuah cangkang telur dengan stempel khasnya yang masih tertinggal di atas piring. Dia pun terkejut, dia baru sadar bahwa dia tidak melepas cangkang telur yang masih menempel. Pantas saja dia merasakan asin dan renyah saat mengunyah telur asin πŸ˜€

Tentu saja hal itu membuat tertawa teman temanya dan menjadi bahan ejekan sepanjang perjalanan study tour πŸ˜€

Namun ketika saya melontarkan pertanyaan,

” Lapo kulite telur g dcopot disik dek?” (Kenapa cangkang telurnya tidak dilepas dulu?)

Dia menjawab dengan santai,

“Lha kan aku g tau mangan seng ngono iku mas, dadi aku yo g ngerti” ( Loh, saya kan g pernah makan yang begituan mas, jadi ya g tau kalo cara makanya seperti itu)

Mungkin klo makan kepiting, kulitnya bakal ditelan mentah mentah…hahahaha πŸ˜€

 
3 Comments

Posted by on February 22, 2012 in Others

 

3 responses to “Telur Asin dan Cangkangnya

  1. nurulkucingkelinci

    February 23, 2012 at 11:34 am

    Sopo kui? adekmu mbah? wkwkwk… unyuu~ men… (Λ‡β–ΌΛ‡)-C<Λ‡β–½Λ‡)β€Žβ€‹

     
    • Kukuh Prasetya Wibawa

      February 24, 2012 at 6:51 pm

      seng unyu seng ndi? :p
      seng nulis? πŸ˜€

       
      • nurulkucingkelinci

        February 26, 2012 at 8:31 pm

        sopo?awkmu? hueek..
        adekmu lah.. -_-

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: