RSS

Pro dan Kontra 14 Februari

16 Feb

Mungkin ini waktu yang pas bagi saya untuk kembali mengisi blog yang cukup lama vakum karena berbagai macam hal, mulai dari ujian akhir semester dan dunia baru yang sempat saya coba beberapa minggu terakhir.

Berbicara bulan Februari yang paling diingat oleh masyarakat tentu tanggal 14 Februari. Siapa yang tidak tahu tanggal 14 Februari, dimana orang orang Indonesia pun ikut andil dalam meramaikan budaya yang terkenal dengan sebuah budaya hari kasih sayang atau hari valentine. Sebenarnya saya bukan orang yang merayakan valentine, bukan bermaksud menyakiti orang yang merayakan namun dalam agama saya, agama islam memang tidak diajarkan untuk merayakan hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa apakah tidak ikut merayakan berarti ikut menghujat dan berkata yang menyakiti orang lain? Bukankah kita diajarkan untuk tenggang rasa dan toleransi antar umat? Sepertinya kedok toleransi pun masih ditentang dan dianggap salah. Mungkin lebih pantas kalau setiap orang menunjukkan “INI LHO AKU ORANG ISLAM YANG TIDAK MERAYAKAN VALENTINE” Banyak yang saling menghujat dan menjelekan sesama manusia. Bahkan sesama muslim pun terdengar saling menyakiti dan menghujat dengan nada tinggi. Sering terdengar kata gak ngerti akidah, kata haram atau kata kata lain yang sebenarnya justru menyakiti perasaan orang lain. Namun di satu sisi, saya juga sedikit setuju dengan MUI yang mengharamkan budaya valentine. Baru beberapa jam setelah hujatan dan ejekan yang memenuhi beranda dan timeline, terdengar berita ditemukan beberapa remaja mengungkapkan hari kasih sayang dengan melakukan hubungan seksual dan pesta miras. Bukan kasih sayang tetapi malah kasih syahwat -.-” .

Betapa besar konflik di negeri ini, di satu sisi saling hujat dan berdebat mempertahankan argumen di satu sisi lagi tidak mau berdebat namun melampiaskannya dalam sebuah tindakan yang sangat menyimpang dan bejat. Saya juga manusia yang berlumuran dosa, dan mungkin dosa saya jauh lebih besar daripada pembaca. Saya juga bukan seorang ahli agama. Namun saya hanya mencoba menuangkan yang ada dalam pikiran dalam sebuah kalimat yang semoga menggugah kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Minimal mencoba untuk berpikir positif, bayangkan bila :

Kasih sayang itu diwujudkan dengan saling berbagi kepada mereka yang hidup di bawah jembatan bersama tumpukan sampah, Salahkah kalau niat sedekah membantu orang yang susah??

Apa yang kita dapat kalau kita saling menghujat dan menyakiti orang lain dengan perkataan kita?? Mana yang lebih berdosa menyakiti perasaan orang lain atau saling berbagi dengan cara yang benar??

Allah tidak hanya menilai seseorang dari luar saja. Belum tentu yang kita hina lebih buruk daripada kita, bisa jadi, kita  justru lebih buruk dihadapan Allah. Allah yang paling berhak menyembunyikan kemuliaan ataupun aib seseorang.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2012 in Others

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: