RSS

Monthly Archives: February 2012

Hamba dan Tuhannya

Kehidupan dunia tidak hanya berhenti sebatas kematian, masih ada proses perhitungan dan pembalasan atas perbuatan yang kita lakukan selama di dunia.

Begitu juga dengan 2 orang hamba yang tengah menghadapi hisab atau perhitungan dihadapan TuhanNya.Si X yang telah dihisab seluruh amal kebaikannya dan akan dpindahkan ke surga, tiba tiba tertahan oleh si Y.

Y : “Tuhan, amal kebaikan si X memang cukup untuk masuk ke surga, tapi hutang dia kepada saya masih banyak yang belum dibayar, seharusnya dia tidak pantas di surga”

Tuhan Yang Maha Adil dan Bijaksana memindahkan semua amal kebaikan si X kepada si Y sebagai pengganti atas hutang hutang si X yang belum dibayar. Namun, si Y yang sering dikenal sebagai orang yang peritungan, menimbang dan menyangkal bahwa amal kebaikan si X masih belum cukup untuk melunasi hutangnya.

Y : ” Ya Tuhan, amal-amal ini masih belum cukup untuk melunasi hutangnya. Saya masih belum ikhlas dan ridlo kalau dia masuk surga! ”

Tuhan Yang Maha Mulia menunjukkan kuasaNya, Dia meminta si Y untuk melihat ke atas. Dia menunjukkan sebuah tempat yang luar biasa indahnya, tempat dimana banyak bidadari yang cantik dan sungai dengan susu yang mengalir di dalamnya. Tempat berkumpulnya orang orang sholeh dan teladan umat. Bahkan tempat seperti itu belum pernah ia temui di dunia.

Y : ” Ya Tuhan, tempat apa itu? Amalan apa yang membuat saya bisa di sana, pemberian apa yang bisa membuat saya bisa disana? saya siap melakukan apa saja ”

Melihat keinginan kuat  si Y, Tuhan meminta si Y untuk ridlo dan ikhlas melunaskan semua hutangnya atas X. Akhirnya si Y ridlo dan ikhlas atas hutang X, lalu Tuhan memindahkan dia ke tempat tadi 🙂

Setiap perbuatan kita di dunia pasti akan mendapat balasan. Secuil kebaikan ataupun secuil kejahatan akan mendapat timbal balik yang setimpal. Hiduplah dengan hati yang lapang, ridlo dan ikhlas atas semua yang sudah terjadi. Kebaikan tidak akan pernah ada ruginya, entah akan dibalas sekarang atau nanti semua hanya menunggu waktu 🙂

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2012 in Pegangan Hidup

 

Telur Asin dan Cangkangnya

Berbicara tentang telur asin, saya jadi teringat sebuah cerita yang menurut saya menggelitik dan sedikit konyol…

Sebut saja Isa, seorang tokoh yang akan saya ceritakan dalam cerita ini. Isa seorang siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sedang menikmati study tour ke sebuah pulau yang sudah sangat dikenal oleh para turis mancanegara. Pulau yang sering dibilang surga oleh para wisatawan domestik dan mancanegara. Tak salah lagi kalau pembaca menyebutnya Bali. Sebuah study tour yang diprakarsai oleh sekolah tentu akan menyiapkan paket transportasi dan penginapan yang nyaman bagi siswa.

Dalam sebuah pagi di pulau dewata, pihak wisata yang sudah menyiapkan sarapan pagi, langsung diserbu oleh siswa – siswi SMP.  Isa seorang siswa yang juga tak mau kalah dalam hal makanan, mengambil sebuah piring dan ikut mengantri untuk mendapatkan sebuah telur asin. Telur asin yang dberikan hanya setengah porsi dengan cangkang telur yang masih melekat. Isa yang sudah lapar dan suka dengan telur, tanpa pikir panjang langsung menggigit porsi telur yang diberikan. Sambil menikmati rasa telur yang dibilang asin dan renyah, dia sempat berpikir betapa anehnya telur yang ia rasakan. Seingat Isa, Ibunya tidak pernah memasak telur yang rasanya tidak enak seperti ini.

Setelah menelan habis porsi telur yang diberikan, Isa langsung menuju kumpulan temanya dan sedikit mengkritik masalah telur yang menurut dia tidak enak dan sedikit aneh. Namun, teman teman Isa punya pendapat berbeda, mereka justru berpendapat telur itu yang justru paling enak diantara lauk yang diberikan. Karena merasa heran, Isa melihat piring bekas temanya. Dia melihat sebuah cangkang telur dengan stempel khasnya yang masih tertinggal di atas piring. Dia pun terkejut, dia baru sadar bahwa dia tidak melepas cangkang telur yang masih menempel. Pantas saja dia merasakan asin dan renyah saat mengunyah telur asin 😀

Tentu saja hal itu membuat tertawa teman temanya dan menjadi bahan ejekan sepanjang perjalanan study tour 😀

Namun ketika saya melontarkan pertanyaan,

” Lapo kulite telur g dcopot disik dek?” (Kenapa cangkang telurnya tidak dilepas dulu?)

Dia menjawab dengan santai,

“Lha kan aku g tau mangan seng ngono iku mas, dadi aku yo g ngerti” ( Loh, saya kan g pernah makan yang begituan mas, jadi ya g tau kalo cara makanya seperti itu)

Mungkin klo makan kepiting, kulitnya bakal ditelan mentah mentah…hahahaha 😀

 
3 Comments

Posted by on February 22, 2012 in Others

 

Pro dan Kontra 14 Februari

Mungkin ini waktu yang pas bagi saya untuk kembali mengisi blog yang cukup lama vakum karena berbagai macam hal, mulai dari ujian akhir semester dan dunia baru yang sempat saya coba beberapa minggu terakhir.

Berbicara bulan Februari yang paling diingat oleh masyarakat tentu tanggal 14 Februari. Siapa yang tidak tahu tanggal 14 Februari, dimana orang orang Indonesia pun ikut andil dalam meramaikan budaya yang terkenal dengan sebuah budaya hari kasih sayang atau hari valentine. Sebenarnya saya bukan orang yang merayakan valentine, bukan bermaksud menyakiti orang yang merayakan namun dalam agama saya, agama islam memang tidak diajarkan untuk merayakan hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa apakah tidak ikut merayakan berarti ikut menghujat dan berkata yang menyakiti orang lain? Bukankah kita diajarkan untuk tenggang rasa dan toleransi antar umat? Sepertinya kedok toleransi pun masih ditentang dan dianggap salah. Mungkin lebih pantas kalau setiap orang menunjukkan “INI LHO AKU ORANG ISLAM YANG TIDAK MERAYAKAN VALENTINE” Banyak yang saling menghujat dan menjelekan sesama manusia. Bahkan sesama muslim pun terdengar saling menyakiti dan menghujat dengan nada tinggi. Sering terdengar kata gak ngerti akidah, kata haram atau kata kata lain yang sebenarnya justru menyakiti perasaan orang lain. Namun di satu sisi, saya juga sedikit setuju dengan MUI yang mengharamkan budaya valentine. Baru beberapa jam setelah hujatan dan ejekan yang memenuhi beranda dan timeline, terdengar berita ditemukan beberapa remaja mengungkapkan hari kasih sayang dengan melakukan hubungan seksual dan pesta miras. Bukan kasih sayang tetapi malah kasih syahwat -.-” .

Betapa besar konflik di negeri ini, di satu sisi saling hujat dan berdebat mempertahankan argumen di satu sisi lagi tidak mau berdebat namun melampiaskannya dalam sebuah tindakan yang sangat menyimpang dan bejat. Saya juga manusia yang berlumuran dosa, dan mungkin dosa saya jauh lebih besar daripada pembaca. Saya juga bukan seorang ahli agama. Namun saya hanya mencoba menuangkan yang ada dalam pikiran dalam sebuah kalimat yang semoga menggugah kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Minimal mencoba untuk berpikir positif, bayangkan bila :

Kasih sayang itu diwujudkan dengan saling berbagi kepada mereka yang hidup di bawah jembatan bersama tumpukan sampah, Salahkah kalau niat sedekah membantu orang yang susah??

Apa yang kita dapat kalau kita saling menghujat dan menyakiti orang lain dengan perkataan kita?? Mana yang lebih berdosa menyakiti perasaan orang lain atau saling berbagi dengan cara yang benar??

Allah tidak hanya menilai seseorang dari luar saja. Belum tentu yang kita hina lebih buruk daripada kita, bisa jadi, kita  justru lebih buruk dihadapan Allah. Allah yang paling berhak menyembunyikan kemuliaan ataupun aib seseorang.

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2012 in Others