RSS

Seorang Ayah, Anak dan Kereta Dorong

24 Jan

Entah apa lagi yang ingin ditampakkan olehNya, Entah apa lagi jalan yang ingin ditunjukkanNya, Entah apa lagi cahaya yang ingin disampaikanNya…..

Sudah lebih dari triwulan saya pindah kosan dekat mushola kecil ini. Namun tiap kali menyempatkan bersujud di rumahNya, saya masih kurang peka terhadap orang-orang di sekitarnya. Hingga sampai pada suatu ba’da isya, saya baru menyadari sesuatu. Dalam sebuah musholla yang sederhana itu, terdapat seorang Bapak dan anaknya yang kurang lebih masih duduk di sekolah dasar. Mereka terlihat rutin untuk meramaikan sholat berjamaah dan saya salah satu orang yang sangat kagum dengan pasangan ini. Ketika maghrib tiba, dengan mengendarai sebuah motor mereka menuju rumah Allah dengan senyum dan tawa dari anaknya. Tiap kali berhenti di depan musholla, seorang ayah selalu tersenyum sambil mengambil sandal milik anaknya kemudian ia menggendong anaknya untuk masuk ke musholla mengikuti sholat berjama’ah. Sebuah keluarga yang terlihat kompak dan harmonis 🙂

Hal ini terus terjadi berulang kali setiap mereka meramaikan rumah Allah. Namun ketika adzan berkumandang menunjukkan waktu isya, saya sedikit terkejut saat si Bapak menaikkan anaknya pada sebuah kereta bayi dan mendorongnya sampai ke depan musholla. Si anak yang didorong ayah pun tertawa lebar seolah ia berada pada sebuah kendaraan yang kencang dan aman bersama ayahnya. Sesampainya di depan musholla, ayah melepas tali pinggang di kereta bayi yang mengikat anaknya kemudian mengangkat anaknya untuk berjajar dengan shof shof jamaah yang lain. Si anak ternyata tidak berdiri dan hanya duduk bersama shof yang lain. Sempat saya melihat sehabis sholat, si anak merangkak dengan cepat menuju ke pelukan ayahnya agar segera digendong. Keluarga yang bahagia bukan? Saling bersemangat antara ayah dan anaknya untuk berlomba lomba berjama’ah di rumah Allah 🙂

Namun apa anda tidak merasa aneh, kenapa seorang bocah yang mungkin sudah duduk di Sekolah Dasar masih dinaikkan di kereta bayi? Apa anda tidak merasa aneh, kenapa seorang bocah harus didorong dan digendong hanya untuk berjalan ke musholla? Apa anda tidak merasa aneh kenapa seorang bocah seumuran anak Sekolah Dasar harus merangkak untuk digendong di pelukan ayahnya? Kalau anda berpikir itu karena sebuah kekompakan dan kebahagiaan dalam keluarga berarti pemikiran anda meleset. Namun usut punya usut, setelah saya bertanya ke teman sekosan yang sudah lama kos di dekat musholla, ternyata anak itu mengalami penyakit seperti lumpuh. sehingga setiap kali berjalan dia hanya bisa merangkak dan menanti gendongan dari seorang ayah. Namun, tidakkah anda heran ketika yang muncul bukan keluhan? Keduanya masih saling berbagi canda dan senyum. Tak nampak sedikitpun wajah kecewa atau sedih.

Tiada yang dapat menentang ketentuan Allah, ketika Dia sudah berkehendak maka semua akan terjadi. Mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana tekanan yang dialami oleh seorang ayah dan anaknya. Namun yang patut diacungi jempol dan kita teladani, mereka benar benar mampu mengamalkan sabar dan syukur dalam kehidupan mereka. Tak pernah mengeluh ketika Allah memberikan musibah, kuncinya hanya terus bersabar dan masih tersenyum untuk beribadah kepada Allah.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on January 24, 2012 in Cerita Hidup

 

2 responses to “Seorang Ayah, Anak dan Kereta Dorong

  1. nurulkucingkelinci

    January 24, 2012 at 11:46 pm

    Aku juga gitu mbah, mungkin di kosan batinku tersiksa, tapi tetep ceria di kelas.. :p *nggak mau kalah sama adeknya* *sedikit curcol*

     
  2. Kukuh Prasetya Wibawa

    January 24, 2012 at 11:53 pm

    adike isih seumuran SD, tp km kan udah kuliah rul -.-“

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: