RSS

Cinta vs Obsesi

22 Jan

Berbicara mengenai obsesi dan cinta, membuat saya mengingat sebuah novel yang sempat saya baca ketika masih duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA). Novel yang terpaksa terbaca ketika salah seorang guru bahasa indonesia meminta untuk meresume dan menceritakan kembali isi novel tersebut. Saya bukan seorang yang terlalu berminat dalam hal membaca buku ataupun novel, bahkan untuk membaca novel saya harus memilih yang benar benar sesuai dengan keinginan dan kondisi saya.

Setiap orang pasti pernah menginginkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Untuk mencapainya, seorang insan pasti mengerahkan segala usaha dan upaya terbaiknya. Bahkan mungkin berkali kali gagal  bukan sebuah masalah yang berat demi tercapainya tujuan tersebut. Itulah obsesi dan cinta. Keduanya tak bisa dipisahkan, keduanya membutuhkan sebuah perjuangan untuk mendapatkannya. Tidak mungkin hanya duduk manis, kemudian obsesi dan cinta datang dan bersanding di samping kita. Terus apa yang mebedakan keduanya??

Sebuah obsesi lahir ketika kita menginginkan sesuatu yang benar benar kita inginkan, lalu dengan bumbu usaha maksimal dan susah payah kita berhasil mendapatkannya. Namun apa yang terjadi setelahnya? Mungkin anda hanya sekedar meletakan dan menyimpanya dalam sebuah lemari kayu dan bisa jadi anda justru hanya tersenyum setelah mendapatkannya lalu anda melupakannya?? Ya, obsesi lahir karena sebuah hasrat yang tinggi namun tanpa ada rasa yang berharga dan berarti setelah kita mendapatkannya.

Lantas bagaimana dengan cinta?? Ketika kita mencintai sesuatu, usaha yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan obsesi. Bahkan kalau disuruh jungkir balik demi cinta, bisa jadi kita langsung melakukannya.hehe…Namun, terdapat perbedaan mencolok antara cinta dan obsesi. Ketika kita mendapatkan cinta, sesuatu itu benar benar berharga buat kita. Bahkan kalaupun sesuatu itu hilang dari kita, akan ada sesuatu yang kurang dalam hidup kita, sesuatu yang membuat kita merasa sedih ketika kehilangan dan sesuatu yang membuat kita benar benar merasa berharga ketika memlikinya. ya itulah cinta, sebuah rasa dan hasrat yang sangat berharga ketika kita telah berhasil mendapatkan dan memilikinya.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on January 22, 2012 in Cerita Hidup

 

2 responses to “Cinta vs Obsesi

  1. ananda rahmadani

    April 28, 2012 at 9:44 pm

    cari nih novel dimana lagi yah ?
    dulu gue punya ! tapi ilang 😦

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: