RSS

Cethe

09 Jan

Seni lukis biasanya tercurahkan pada sebuah kanvas atau sebuah kertas, Namun seni lukis ini sedikit berbeda, seni yang berasal dari daerah selatan provinsi Jawa Timur, Tulungagung, mencurahkan buah karyanya pada sebatang rokok. Sebenarnya seni lukis ini lebih dikenal dengan seni batik, berbagai macam pola batik yang seharusnya dilukis pada sebuah kain, kali ini semua pola yang dibuat tertuang dalam batang rokok. Itulah seni membatik pada rokok yang sering disebut dengan “cethe”

Mungkin banyak yang heran bagaimana cara membatik pada sebuah batang rokok. Dan dapat dipastikan akan timbul banyak pertanyaan tentang alat yang digunakan. Berbeda bahan, tentu akan berbeda juga alat yang digunakan. Apalagi rokok bukan sebuah kain yang lentur dan mudah dilipat, sekali saja anda salah membatik pada rokok maka yang terjadi adalah rokok akan patah dan tidak bisa digunakan. Dalam proses cethe atau membatik sebuah rokok, alat yang digunakan adalah kopi ijo (kopi khas Tulungagung), sendok, tusuk gigi/batang korek api dan mungkin bisa menggunakan benang.

Berbicara mengenai kopi ijo, kopi ijo merupakan sebuah kopi khas dari daerah Tulungagung. Sebenarnya istilah kopi ijo ini sedikit membingungkan, pasti kebanyakan akan berpendapat bahwa kopi ini akan berwarna hijau. Namun ketika kopi ini disajikan, warna yang terlihat bukanlah warna hijau melainkan warna hitam pekat dan kental. Sebagai bahan untuk membatiki, tentu bukan air kopi yang akan dituangkan atau dioleskan pada batang rokok –” Kopi yang sudah tersaji tetap diminum, tapi setelah diminum akan menghasilkan semacam ampas yang halus dan berwarna hitam pekat. Ampas inilah yang nantinya akan dioleskan pada sebuah rokok dengan berbagai pola yang kita inginkan. Kemudian alat alat yang sudah disiapkan seperti sendok, batang korek api/ tusuk gigi dan benang digunakan sebagai sarana untuk melukiskan ampas kopi hijau pada batang rokok. Bagi orang awam mungkin banyak yang heran harga dari kopi ijo, kopi yang berasal dari daerah Tulungagung ini merupakan kopi dengan harga yang terjangkau layaknya kopi kopi yang lain. Jadi jauh berbeda bila anda membandingkan harga kopi luwak 😀 Sebagai warga asli Tulungagung saya sendiri masih bingung mengapa kopi ini dinamakan kopi ijo, ada yang berpendapat pembuatanya merupakan percampuran kopi dan sedikit kacang hijau, ada juga yang berpendapat lain pembuatanya merupakan percampuran dari biji kopi pilihan.

Melihat Kebudayaan Indonesia yang begitu beragam tentu tak lepas dari beragamnya suku yang ada di Indonesia. Setiap budaya pasti mempunyai nilai positif dan negatif terhadap perkembangan zaman. Namun budaya yang sudah mengakar pada sebuah daerah tentunya akan sulit untuk dihilangkan secara instan. Tergantung pribadi masing masing untuk menanggapi budaya di sekitarnya, tapi dimanapun kita berada kita tak akan pernah lepas dari budaya 🙂

Terimakasih telah mengenal salah satu budaya Tulungagung 😀

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on January 9, 2012 in Cerita Hidup

 

2 responses to “Cethe

  1. nurulkucingkelinci

    January 10, 2012 at 8:02 am

    oo brarti iki gaweanmu pas liburan wingi mbah.. hmm.. i see..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: