RSS

Penerapan Prinsip Dasar Akuntansi dalam Sebuah Keseimbangan Hidup

24 Dec

Akuntansi, sebuah mata pelajaran yang sebenarnya sudah didapatkan ketika seseorang menginjak pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bagi orang awam yang mendengar kata akuntansi, yang terbayangkan di pikiran mereka pasti hitungan tentang keuangan. Padahal, akuntansi merupakan sebuah mata pelajaran yang tidak sekedar mencatat keluar masuknya uang dari seorang bendahara. Diperlukan sebuah standard yang mengatur seluk beluk akuntansi. Seorang akuntan diharuskan memiliki ketelitian dan kesabaran untuk menginput setiap unit transaksi yang terjadi sehingga pihak pihak yang berkepentingan mampu memahami laporan keuangan yang dihasilkan. Akuntansi yang terkenal dengan istilah “Debit dan Kredit” memiliki sebuah persamaan simpel yang memandu tiap akuntan dalam menyusun laporan keuangan yaitu, “Harta= Hutang+Modal” . Namun yang akan saya bahas bukan masalah persamaan akuntansi atau sejarah isitilah debit dan kredit, sebuah prinsip dasar yang tak kalah penting yaitu “Balance”

Balance atau yang lebih sering kita dengar dalam sebuah istilah bahasa indonesia yaitu seimbang, sering menimbulkan problem dalam sebuah proses akuntansi. Balance untuk sebuah proses akuntansi adalah proses perhitungan dengan menunjukkan nilai yang sama dalam sisi kolom debit (kiri) dan kredit (kanan). Namun, balance yang saya bahas bukan pengertian khusus dalam sebuah pengertian akuntansi. Balance yang saya maksud adalah keseimbangan hidup. Ketika berbicara masalah keseimbangan hidup, yang terlihat dari sudut pandang saya adalah sebuah keseimbangan lahir dan batin. Keseimbangan lahir berkaitan dengan pekerjaan, keluarga dan masyarakat sedangkan Keseimbangan batin berkaitan dengan hati dan hubungan kita dengan Tuhan.

Keseimbangan lahir mungkin lebih terlihat dalam kehidupan kita di dunia. Ketika anda sibuk dengan pekerjaan dan tugas anda, akan timbul sebuah keseimbangan bila anda mampu membagi waktu dengan tepat untuk menyelesaikanya. Ketika kita sibuk dalam sebuah masyarakat dan organisasi, akan timbul sebuah keseimbangan bila anda mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan anda menjadi pribadi yang ramah dan disukai banyak orang. Begitu juga ketika berada dalam sebuah keluarga, bagaimana kita menerapkan peran kita dalam keluarga sangatlah penting. sebagai contoh seorang kakak yang mampu memberikan teladan yang baik untuk adiknya juga menciptakan sebuah keseimbangan dalam keluarga.

Keseimbangan batin merupakan keseimbangan yang berkaitan dengan hati, keseimbangan yang timbul ketika hati ini merasa hidup. Hati yang hidup adalah hati yang gemar akan ilmu, hati yang lunak dan siap menerima nasehat ketika kita berada di jalur yang salah. Bukan hati yang keras saat kita beradu argumen, bukan hati yang mati dan cuek melihat keadaan sekitar. Namun, hati yang selalu lapang memaknai setiap kejadian yang terjadi dengan berkordinasi dengan akal untuk menciptakan sebuah hikmah yang lebih bermanfaat dalam hidup. Keseimbangan hati tak akan pernah bisa diraih ketika kita terus menyibukkan dalam kehidupan dunia, keseimbangan yang ini bisa kita raih ketika kita lebih menyibukkan hubungan kita dengan Tuhan. Satu yang harus kita ingat untuk menimbulkan keseimbangan ini, usaha maksimal yang kita lakukan bukanlah kita penentunya, tapi Tuhan yang berhak menentukan hasilnya. Dengan pasrah atas usaha maksimal yang kita lakukan maka keseimbangan batin akan terwujud dengan sendirinya 🙂

Sedikit penafsiran saya tentang makna balance dalam akuntansi yang bisa kita aplikasikan dalam sebuah kehidupan. Terkadang memang sulit memahami jalan yang dkehendaki Tuhan, isitiqomahkan dalam mempererat hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuk hambaNya yang baik. Jalan yang bengkok pun akan selalu terlihat lurus ketika anda mulai mengerti maksud Tuhan yang ditakdirkan kepada anda 🙂

-Dunia —- Akuntansi —- Agama-

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on December 24, 2011 in Cerita Hidup, Pegangan Hidup

 

3 responses to “Penerapan Prinsip Dasar Akuntansi dalam Sebuah Keseimbangan Hidup

  1. Nurul cute

    December 24, 2011 at 8:07 am

    wah, isa digawe dadi karya tulis ki mbah… 😀

     
    • Kukuh Prasetya Wibawa

      December 24, 2011 at 10:11 am

      ojo rul, mengko nyaingi mustofa, aku tak nulis kecil kecilan wae 😀

       
  2. syahrulnurhayati

    September 23, 2013 at 2:17 pm

    sebuah artikel yang menyentuh,, berlinang air mata loh baca ini.. hahahaa #Lebay

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: