RSS

Durian dan Singkong

16 Dec

Suatu ketika sepasang suami istri berencana untuk berkunjung ke rumah seorang kyai. Mereka berniat membawa seikat singkong ke rumah kyai. Sesampainya di rumah kyai, mereka terlihat akrab dan saling melontarkan canda tawa.Bahkan karena keakrabanya itu, saat obrolan tengah berakhir kyai meminta istrinya untuk mengambil durian yang ada di dapur. Kyai akan memberikan durian kepada pasangan suami istri tersebut dengan teriring doa semoga silaturahmi mereka mendapat balasan yang setimpal oleh Allah SWT.

Dalam perjalanan pulang, pasangan suami istri tersebut bertemu si A. Tertegun melihat durian yang dibawa pasangan suami istri tersebut, si A spontan bertanya darimana asal durian tersebut. Dengan kalem si suami menjelaskan kalau dia baru saja silaturahmi ke rumah kyai dengan membawa seikat singkong. Sambil berjalan meninggalkan pasangan suami istri tadi, si A heran dan terus berpikir. Kalau hanya dengan membawa seikat singkong bisa mendapat durian, bagaimana kalau si A membawa durian?? Tentu Pak Kyai akan memberikan sesuatu yang lebih baik dan berharga. Harapan si A terhadap pak Kyai begitu besar, dan akhirnya dia memutuskan membeli durian dan membawanya ke rumah Pak Kyai.

Dengan menenteng durian di tanganya, si A pergi ke rumah Pak Kyai penuh semangat. Sesampainya di rumah Pak Kyai, mereka pun ngobrol dengan akrab. Namun istri pak Kyai sedikit kebingungan, ketika pak Kyai memintanya untuk mengambil sesuatu yang ada di dapur sebagai imbalan atas durian yang diberikan si A. Bagaimana tidak bingung, jika yang ada di dapur hanya seikat singkong pemberian suami istri kemarin. Akhirnya setelah bermusyawarah, pak Kyai dan istrinya sepakat memberikan seikat singkong tadi. Toh, pemberian seikat singkong masih lebih baik daripada tidak memberikan balasan apapun, selain itu hanya seikat singkong yang saat itu dimiliki keluarga pak Kyai.

Setelah berpamitan dari rumah pak Kyai dan membawa bungkusan imbalan, Si A semakin yakin kalau bungkusan itu lebih bernilai daripada yang dibawa suami istri kemarin. Namun betapa kagetnya si A, ketika ia membuka bungkusan itu dengan semangat, yang terlihat hanya seikat singkong  dalam bungkusan itu. Hati yang penuh semangat itu pun seolah menciut tanpa sisa. si A akhirnya hanya bisa pasrah sambil menikmati singkong pemberian pak Kyai 😀

Jangan pernah memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada manusia,manusia bisa benar dan bisa salah, Namun berharaplah kepada Allah yang tidak pernah salah

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 16, 2011 in Pegangan Hidup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: