RSS

Keluarga dalam Sebuah Kekerabatan

03 Dec

Dalam sebuah novel yang menginspirasikan sebuah pengalaman hidup, tersurat sebuah syair dari Imam Syafi’i. Dalam syair tersebut dijelaskan untuk menambah pengalaman hidup dan ilmu, seorang insan seharusnya hijrah dari kampung halaman, atau mungkin bahasa yang sering terdengar di telinga adalah merantau. Dengan merantau, ilmu yang kita dapat akan bertambah, dan pengalaman hidup pun tentu akan semakin mendewasakan kehidupan kita. Syair itulah yang lantas mencoba saya maknai dalam kehidupan. Jujur saja, syair itu baru terbaca ketika saya sudah berada di tanah rantau, walaupun masih di Pulau Jawa, paling tidak kebudayaan yang ada disini sudah jauh berbeda dari kampung halaman saya. Sehingga adaptasi mau tidak mau harus dilakukan.

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain, begitu juga ketika kita berada jauh dari kampung halaman. Yang pertama kita cari pastilah kerabat yang mampu diajak berbagi. Dan dari hubungan kerabat itulah akan terjalin sebuah hubungan dekat yang bisa juga kita sebut keluarga. Keluarga tidak harus selalu terjadi akibat hubungan darah, bahkan hubungan kakak adik pun bisa terjalin karena sebuah hubungan kekerabatan 🙂

Tanah Tangerang, tanah dimana saya memulai untuk membentuk sebuah keluarga baru. Keluarga yang saya harapkan selalu ada saat saya sedih, senang, sakit, dan saat saya susah memahami materi ujian 😀 Keluarga  ini terbentuk karena beraneka ragamnya watak dan budaya kami. Dengan beraneka ragamnya anggota keluarga, sebenarnya tidak jarang juga kami berselisih pendapat. Namun kami saling memahami perbedaan itu sebagai rahmat Ilahi, jadi justru perbedaan itu semakin mempersatukan kami. Tidak ada yang istimewa dari fisik mereka, tapi keberadaan mereka dalam tanah rantau ini begitu berarti. Wajar saja ketika seorang manusia berada dalam titik jenuh, yang manusia harapkan pasti ‘uluran tangan’ TuhanNya dan nasehat terbaik dari kerabatnya. Disinilah peran mereka begitu berarti dalam kehidupan yang jauh dari kampung halaman.

Jangan sampai tali keluarga yang terjalin ini terputus. Jarak bukan alasan untuk memutus tali silaturahmi. Hilangkan keegoisan, belajarlah mengerti orang di sekitar kita dan ikhlaskan hati untuk saling memaafkan, maka tali ini akan terjalin dimanapun kita berada, saudaraku….

Dedicated for : 1G-AKUNTANSI; 2P-AKUNTANSI; 3D-AKUNTANSI; FKMT STAN; PONDOK HJ.ANAH (POHA)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2011 in Saudara Perantau

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: