RSS

Tongkat dan Pemiliknya

02 Dec

Rezeki sebenarnya tidak hanya dilihat dari materi yang kita punya. Banyak rezeki yang hanya kita rasakan, tapi manfaatnya begitu luar biasa. Dengan banyaknya kesibukan kita di dunia, nafas dan kesehatan sering kita lupakan. Pelajaran itu begitu terasa ketika saya dan adik melaksanakan kewajiban sholat jum’at di sebuah masjid putih kampung halaman saya, Tulungagung.

Datang agak terlambat karena menunggu adik saya yang baru pulang sekolah, membuat saya duduk di barisan paling belakang. Awalnya seperti biasa, saya duduk bersila mendengarkan khotib berkhutbah. Namun, pandangan saya sedikit terfokus dengan tongkat di sebelah kiri saya. Sebelah kiri saya adalah seorang bapak seumuran ayah saya yang tampak masih sehat walafiat. Tentu saja hal itu membuat saya berpikir apa yang membuat bapak ini harus membawa tongkat untuk sholat jumat.

Akhirnya Iqomah pun dikumandangkan sebagai tanda sholat jum’at didirikan. Namun ada yang aneh dengan bapak di samping kiri saya, beliau hanya terus duduk santai memandangi jamaah yang mulai menata shof.ย  Rupanya beliau tidak sholat dengan berdiri, beliau sholat dengan duduk bersila. Hati saya pun mulai terasa pilu, jujur saja saat sholat pun sempat terpintas keadaan bapak tadi. Apalagi hanya untuk mengangkat kedua tanganya, tangan kanannya harus mebantu menaikkan tangan kirinya ๐Ÿ˜ฆ

Ketika sholat jum’at selesai, saya yang duduk di samping bapak tadi sempat terkejut, ketika kami bersalaman beliau masih melempar senyum ikhlas tanpa beban sedikitpun. Dengan bantuan tangan kananya beliau merapikan sajadah dan mampu berdiri tegak dengan tongkatnya. Beliau melakukanya sendiri tanpa bantuan orang lain ataupun keluarga dekatnya.

Seorang penderita penyakit stroke separuh bagian tubuhnya memang sudah tidak berfungsi. Namun semangat bapak itu benar benar jauh di atas anak muda seperti saya. Dengan kondisi tangan dan kaki kiri yang sudah tidak berfungsi, beliau masih menyempatkan untuk jalan kaki ke masjd melaksanakan sholat jumat.

Lantas bagaimana dengan kita yang biasanya masih disibukan pekerjaan dunia dan menunda sholat jum’at??

Bagaimana dengan kita para anak muda yang sering menunda sholat jum’at hanya untuk nongkrong di sebuah warung dengan alasan kekerabatan?

Bagaimana dengan kita para anak muda yang sering menunda sholat jum’at dengan alasan ” ah, masih belum 3x berturutan kok”??

Bukan bermaksud saling menyalahkan dan menyudutkan, mari kita saling introspeksi. Tanda peringatan dan pelajaran itu ada di sekitar kita. Hanya saja kita perlu untuk lebih mencermati dan memahami tanda yang diberikan olehNya ๐Ÿ™‚

 

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on December 2, 2011 in Cerita Hidup

 

One response to “Tongkat dan Pemiliknya

  1. zulfa khoirun nisa

    December 6, 2011 at 1:22 pm

    sumber inspirasi yang luar biasa…
    jarang anak muda sekarang yang sedikit meluangkan waktu untuk sholat Jum’at
    apalagi dengan adanya kehadiran “Pocker, dan game online lainnya” yang membuat pemuda enggan meninggalkan kursi empuknya untuk mengejar sebuah kemenangan..Bukan sebuah kemenangan sejati, hanyalah sebuah kepuasan sesaat ๐Ÿ˜€

    nice info kuh…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: