RSS

Daily Archives: December 1, 2011

Salah Sedekah (1)

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Entah itu karena kecerobohanya atau mungkin memang si penerima sedang mencari tambahan penghidupan untuk keluarganya 😀

Sebagai seorang mahasiswa yang haus akan petualangan, wajar kalau waktu liburan selalu saya habiskan untuk melancong. Mumpung masih bujang serta fisik dan mental masih mendukung 😀  Namun liburan kali ini benar benar mendadak, karena baru H-1 saya merencanakan liburan ke ibukota jawa tengah, Semarang. Perjalanan pun dimulai ketika saya harus terburu buru memburu tiket kereta yang harus dipesan terlebih dahulu. Dalam perjalanan ke stasiun saya ditemani teman saya, sebut saja “Ambon”.

Perjalanan dari Bintaro (kampus STAN)- Stasiun Senen memang cukup jauh. Dan saat sudah sampai di sebuah jalan protokol, sekitar 2 lampu merah sebelum monas.

Saya : “Mbon, jarang jarang lo kita bisa jalan nyampek kecepatan 100 km/jam di jakarta, lihat nih spidometer motor saya 😀 ”

Ambon: ” he’eh kuh, tapi km tau g kalo kita ini di jalur yang salah? ini jalur mobil lhoo..”

Saya : “Tau mbon, tapi klo g gini kita kehabisan tiket ke semarang, lumayan kan sekalian jadi raja jalanan 😀 ”

Ambon: “hahaha”

Tanpa disadari seseorang dengan pakaian dinas dengan rompi hijau dari sebuah pos di lampu merah alias polisi, nongol keluar sambil melihat ke arah motor kami. Karena waktu itu juga sudah lampu merah, saya dan teman saya pun berhenti.

Saya : “Mbon, tuh polisi pasti bentar lag nyamberin kita :o”

Ambon : “Enggak kuh. cuek aja jangan diliet ”

Tapi saya g mau mengalihkan pandangan dan tetap melihat ke arah polisi itu.

Polisi 1 : Mas, bisa lihat STNK dn SIM nya? Tolong minggir ke pos dulu

Saya : eh, iya pak boleh -.-” (Keringat mulai mengucur)

Sesampainya di pos polisi. Tampak seorang polisi yang cuek yang sedang memaenkan permainan poker online yang biasa kita mainkan di facebook -.-” Namun ada polisi lain yang mendatangi kami, anggap saja polisi 2.

Polisi 2 : Selamat siang mas, ini mana yang namanya mas kukuh?

Saya : Saya pak

Polisi 2 : “Kamu tau g mas, ini jalan protokol dan jalan ini peraturan lalu lintasnya lebih ketat daripada jalan tol, jalan yang km lewatin itu tadi jalan buat roda empat bukan buat roda dua”

saya : “Iya pak, maaf saya buru buru ngejar tiket di stasiun senen buat pulang kampung ke semarang, waktu udah mepet soalnya, langsung aja deh pak kita harus bayar dendanya berapa”

Polisi2 : “oh jadi gitu, tapi kita g bisa langsung denda, km harus ikut sidang 2 minggu lagi, bisa?”

saya : yah kita sibuk kuliah pak, jadi g sempat dateng sidang, langsung denda aja deh

polisi 2: ” Km kuliah dmana sih? Klo denda dendanya 2,5 alias 250 ribu”

Saya dan Ambon hanya bisa menelan ludah mengingat uang yang kami bawa hanya uang pas untuk membeli tiket kereta. Ambon pun saya suruh untuk menyelinapkan uang 10o.000 di dompetnya agar tak ketahuan polisi.

Saya : “Yaudah gni aja deh pak, kami kan masih mahasiswa ini deh duit sedompet saya kasih bapak smua”

Mengeluarkan uang yang hanya sebesar 45 ribu dan memaksanya untuk menerima 😀

Polisi 2 : ” ini berapa?? masih kurang ini, masukin dulu duitnya uda masukin, ga enak tuh dilihat orang”

Saya : ayolah pak saya kan masih mahasiswa 😦

Polisi 2 : “yauda sini duduk dulu, ini prosedurnya udah gni mas, yauda deh saya kurangi gocap ( 50 ribu)

Saya dan Ambon yang salah mendengar, saya pikir si polisi meluluh dan mau hanya diberi 50 ribu, Ambon segera merogoh uang di dompetnyauntuk menggenapkan uang jadi 50 ribu.

Saya : ” nih pak, udah pas 50 ribu, mana stnk dan SIM saya?”

Polisi 2 : ” Loh kan saya bilangnya dikurangin gocap, bukan dikasih gocap???”

Saya dan Ambon sambil menahan malu masih terus memohon agar denda tetap 50 ribu dan kami diperbolehkan melanjutkan perjalanan dengan surat lengkap. Namun usaha memelas kami pun berhasil bahkan kami mendapat ucapan terima kasih dan semoga sukses dari pihak petugas -.-”

Saya anggap saja pemberian itu sebagai sedekah buat petugas, namun perjalanan selanjutnya jg tidak semudah itu…..

Advertisements