RSS

Waktu yang Mengubah Karakter

28 Nov

Kesibukan saat SMA dalam organisasi membuat saya kurang bisa memenuhi nasehat Umi untuk menjaga prestasi akademis. Namun bukan berarti saya menyerah begitu saja, dengan nilai yang masih dibilang lumayan saya mencoba untuk menggantungkan cita cita awal saya. Walaupun setiap kali menggantung, saya selalu terjatuh berulang kali. Tapi kalo inget orang tua dan adek adek saya, sepertinya tidak pantas kalau saya harus duduk meratapi kegagalan.

Ketika kepengurusan OSIS sudah berakhir, saya mulai berpikir manfaat apa aja yang sudah saya peroleh selama sibuk disana. Pengalaman sudah jelas jadi guru yang penting. Keakraban tentu menjadi bumbu yang pas. Kesedihan dan kesenangan pun ikut bercampur di dalamnya. Saya mencoba mencari esensi yang sudah saya dapatkan tanpa memikirkan eksistensi semu. Ternyata pengalaman dalam membentuk sebuah keluarga baru itu sangat penting, melihat sibuknya kerja dalam sebuah organisasi yang tak kenal waktu, tanpa sengaja mereka sudah menjadi sebuah keluarga baru bagi saya. Dan itulah nilai yang selama ini saya pegang dalam berorganisasi, buang jauh jauh pikiran untuk eksis dan individualis, belajarlah memahami tiap orang di organisasi itu, maka selain pengalaman keluarga baru pun akan anda dapatkan 🙂

Saya yang senang mencoba hal yang baru , berusaha mencari pengalaman yang berbeda ketika lulus SMA. Sempat kesulitan dan depresi dalam menggapai cita, saya berusaha mecari hakekat hidup. Hakekat yang saya harapkan mampu mebuat saya tersenyum dan nyaman walaupun jatuh berkali kali. Teringat kata kata guru SMA, kalau hidup itu ada 2 jenis garis, garis vertikal dan horizontal , vertikal adalah hubungan dengan Tuhan, horizontal adalah hubungan dengan manusia. Yang selama ini sering dipelajari adalah garis horizontal, bagaimana dengan garis vertikal?? Ternyata saya masih minim dalam hal itu. Bahkan sebenarnya hakekat ketenangan ada di dalamnya, hakekat untuk membuat hubungan horizontal pun tertata di dalamnya. Selama ini saya terlalu sibuk di dunia, tanpa memperhatikan yang menciptakan dan menguasai dunia. Masih sibuk memenuhi kehendak, tanpa memperdulikan yang menciptakan kehendak. Wajarlah disuruh ‘mondok’ saja saya masih malas malasan 😀 Namun ternyata hati masih dibukakan oleh kuasaNya, di lingkungan kampus yang mendukung dan beberapa teman yang membuat saya kagum, membuat saya belajar lebih dalam garis vertikal. Namun saya jg sadar, saya seorang yang masih labil, kadang sifat asli saya masih kelihatan berbanding terbalik dengan yang selama ini saya prinsipkan 😀

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2011 in Biografi dan keluarga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: