RSS

Kekonyolan di Dapur dan Kamar Mandi Perantauan

27 Nov

Mencuci piring, membuka kran air, memasang lampu… Ahh, apadeh itu? itu beberapa hal-hal kecil yang ngga ada artinya di kehidupan kita, lakukan lalu lupakan…
Tapi bagaimana bila keadaannya tak ada seorangpun yang peduli dan dengan sukarela melakukannya? Lalu siapakah yang akan melakukannya? Lalu apakah jika semua itu ditinggal begitu saja, keadaan akan jadi lebih baik?

Keadaan menjadi berbeda ketika kita jauh dari orang tua. Di rumah biasanya orang tua yang mengurus semua kebutuhan rumah. Di sini di perantauan ini, kita harus mandiri. Bergerak sendiri!

Di rumah kost

Ketika sendok, piring, mangkok serta barang-barang yang kita butuhkan ternyata kotor. Tergeletak tak berdaya di wastafel. Biasanya kita akan mencari siapa orang yang telah memakainya untuk mencucikannya. Bukankah itu hal yang konyol? Lakukan sedikit perubahan. Entah itu bekas siapa, cuci semuanya tanpa pilih-pilih sampai bersih. Entah di rumah ada pembantu, setidaknya kita membiasakan diri melakukan semua itu sendiri. Kita tak tahu kapan lagi kita bisa melakukannya lagi.

Selalu ketika di rumah dulu, ayah bilang untuk membuka kran air ketika saya sedang memakai kamar mandi. Pastikan selalu penuh ketika kita usai memakainya. Dengan begitu orang lain yang memakainya setelah kita siap menggunakan tanpa harus dia mengisi bak air dulu. Pernah ketika saya ditinggal ayah ibu ke luar kota, beliau mengatakan,”Pastikan bak kamar mandi selalu penuh, itu akan mendatangkan rezeki”. Bukan bermaksud menyekutukan Allah, tapi secara logika itu nyambung kok.

Dan saya pun mengaplikasikannya di rumah kost. Meskipun berulang kali ketika saya masuk kamar mandi, air di bak selalu habis, entah siapa yang telah menghabiskannya, saya tetap mengisinya dengan ‘hanya’ membuka kran. Pokoknya setiap keluar air di bak harus penuh.

Bukankah itu hal yang konyol?

Tiba-tiba lampu kamar mandi  mati. Anak-anak sekosan pun heboh tak terkendali. Sampai dua hari tak ada perubahan. Terpaksa selama itu kami menggunakan kamar mandi dalam aura kegelapan. Hati kecil seseorang pun akhirnya tergerak. Dia mengambil lampu cadangan di kamarnya dan memasangnya sendiri. Setelah itu anak yang lain bisa memakai kamar mandi seperti biasa. Tanpa tahu, siapa yang telah memasangnya. Tanpa peduli itu pakai lampu siapa. Padahal kamar mandi itu untuk umum satu kostan. Biasanya harus patungan dulu buat beli lampu. Kali ini tidak. Bukankah itu hal yang konyol?

Sebenarnya itu hal-hal kecil banget. Karena kecilnya itu banyak orang yang tak peduli dan tak mau tahu siapa yang melakukannya. Anggap itu semua ladang amal. Bukankah jika kita beramal lebih baik secara diam-diam? Setuju?

 

Note:

Terima kasih buat mbah kukuh yang membolehkan cucunya menulis di blog barunya… xD
Maklum saja artikel ini diluar tema blog saya jadi numpang boleh kan mbah?hehe

Oia, maaf kalo artikelnya kurang mantap seperti punya embah. Dimaklumi sajalah… fufufu *maksa
Saya kagum lo sama mbah yang punya jiwa menulis yang kuat sampai-sampai lahir deh blog ini. Alhamdulillah yah..
Semoga blog ini bisa tepat sasaran dan bermanfaat seperti keinginan embah semula. Amin -> Doa seorang cucu yang jahil…hehehe

by: http://nurulkucingkelinci.wordpress.com/

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on November 27, 2011 in Saudara Perantau

 

5 responses to “Kekonyolan di Dapur dan Kamar Mandi Perantauan

  1. Nurul imut

    November 27, 2011 at 12:45 am

    Waw, bagus amat artikelnya. Siapakah gerangan penulisnya?.. wkwkwkwk :p

     
  2. mrhepi

    November 27, 2011 at 7:33 pm

    eh siapapun yg nulis saya menyukai tulisannya.
    itu memang fakta anak kos sehari-hari. tapi di sini Alhamdulillah saya jadi salah satu anak yg suka ngisi bak mandi sambil mandi *malah curhat
    kalo boleh ini artikelnyqa share ke grup kosan kita aja kuh, biar pada dapet pencerahan. hehe 😀

     
  3. nurulkucingkelinci

    March 14, 2012 at 6:43 pm

    Reblogged this on The Pyxis in Me and commented:
    Ini tulisanku yang pernah ku titipkan diblognya embah… =D

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: